Pages

Selasa, 18 November 2014

AYAH

Bagi seorang yg sdh dewasa, yg sedang jauh dr orangtua,
pasti akan lebih sering merasa kangen dgn mamanya.

Lalu ... bagaimana dgn ayah ?

Mungkin krn mama lbh sering nelpon utk mnanyakan keadaan mu

Tapi tahukah kamu ....,
bahwa ternyata ayah lah yg mengingatkan mama utk rajin meneleponmu ?

Saat kecil,
mamalah yg lebih sering mendongeng.
Tapi tahukah kamu bhw sepulang ayah bekerja dgn wajah lelah beliau selalu masih menyempatkan diri menanyakan pd mama ,apa yg kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk / pilek, ayah kadang membentak
"sudah dibilang ! jangan minum es!".
Tp tahukah kamu bahwa itu adalah perwujudan dari rasa khawatir seorang ayah?

Ketika kamu remaja, seseuai dg anak seumurmu  , mk kamu pasti menuntut utk dpt izin keluar malam.
ayah dgn tegas brkata "tidak boleh !" , kata itu Jangan sekali-sekali diartikan sebagai ayah Tidak Sayang kamu .
Sadarkah kamu bahwa itu adalah karena ayah hanya ingin menjagamu ? sadarkah kamu bahwa itu mmg sdh menjadi kewajiban ayahmu .

Karena bagi ayah, kamu itu adalah sesuatu yg sangat berharga sehingga perlu dijaga dan dilindungi .

Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun pasti akan melonggarkan peraturannya.
Dan sekali waktu pasti kamu akan memaksa utk melanggar jam malamnya.

Maka yg dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dgn sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah dan menempuh pendidikan di kota lain.  Ayah pun harus rela melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku utk memelukmu? Lidah pun terasa kelu utk mengucap perpisahan.

Dan ayah sangat ingin menangis.

Di saat kmu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu dan kebutuhan hidupmu , ayah mungkin akan mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, ayah pasti akan  memenuhinya.

Saat kamu diwisuda.
Maka , Ayah adalah org pertama yg berdiri dan bertepuk tangan untukmu.
Disitu lah terasa ayah mu tersenyum dan bangga

Sampai ketika kamu menemukan pasangan dan idaman hidupmu
maka, ayah akan sangat berhati-hati dlm memberi izin.

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yg dianggapnya pantas,
Ayahpun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa ayah mu sempat pergi ke belakang utk membasuh airmata Bahagia karena beliau ternyata telah menangis?
ayah menangis karena ayah sangat bahagia.

Figur ayah mungkin mmg bukanlah figur yg bisa mengemukakan perasaan  dengan gamblang tetapi tetaplah merupakan figur yg juga bisa terhanyut oleh perasaan haru dan bahagia .
.
“Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya" Pasti hanya itu Doa nya , Doa seorang Ayah .....

Setelah itu seorang ayah hanya bisa menunggu kedatangan kamu bersama cucu-cucunya yg sesekali dtg utk menjenguk

Dengan rambut yg memutih dan badan yg sedikit terbongkok karena beban hidup
, beliau tak lagi kuat utk menjagamu.
Menjadi Tugasmu lah untuk ganti menjaga dan membahagiakan beliau , karena sampai saat itu tak banyak lagi yg dibutuhan beliau .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About